Kamis, 23 April 2009


don't take it seriously....
haha...

Sabtu, 11 April 2009


Guys, seperti yg kalian taw.. Qt bakal ngadain IFSS 09 dengan tema “FOREST CONSERVATION: YOUTH’S ROLE IN ABBREVIATING THE LONG PROCESS”. Setiap tahunnya LC UGM bakal ngirimin delegasinya untuk berpartisipasi di acara besar ini. Maka dari itu, seleksi delegasi diadakan dengan cara penulisan paper yg bertemakan “YOUTH’S ROLE FOR ENVIRONMENT”. Kalau maw qt kaji lebih lanjut, banyak banget keuntungan yg bs qt dapet dengan jadi delegasi di negara sendiri . Selain bakal memperkaya pengetahuan kita tentang dunia kehutanan, qt juga bakal belajar dari awal gimana caranya ngebangun network kita und gimana caranya fundraising yg seru…


Jika salah satu dari kalian terpilih untuk jadi delegasi di Negara sendiri, ini keuntungannya:
1. Kalian bakal punya kesempatan lebih untuk memperkenalkan Indonesia secara intens kepada participant karena kalian berinteraksi langsung dalam banyak agenda seperti General Assembly, Lecturing Forum, Workshop, International Night, und many more
2. Pede yang lebih karena kalian yang punya Negara. Jadinya kalian pasti lebih tahu tentang Negara sendiri.
3. Akhir tahun pertama adalah waktu yang ideal untuk menguji coba pengetahuan kehutanan yg sudah kalian peroleh selama satu tahun


Nggak hanya itu aja… nilai plus yang bisa kalian dapatkan setelah jadi delegasi..
1. Network
2. Teman dr luar yang bisa diajak gila-gilaan bareng
3. Kesempatan untuk jadi delegasi lebih terbuka di acara besar United Nation yaitu COP 15 UNFCCC Denmark Desember besok, Convention on Biodiversity (CBD), United Nation Forum on Forests (UNFF), IUFRO congress yg taon depan bakal diadain di Korea taon depan… dan masih banyak yang lain…
4. Yang pasti acara-acara internasional tersebut bakal ngebuka mata kalian tentang isu-isu lingkungan yang sedang bergejolak di tataran internasonal dan menunggu partisipasi pemuda alias kita dalam menyelesaikannya…

Jadi…. Buat apa nunggu? Karena pintu untuk menuju event2 besar lainnya ADA DI DEPAN MATA KALIAN!

NB: Kalau ada yang mau ditanyain, langsung aja jangan malu2…

Salam smangat slalu!
Tiga puluh tahun yang lalu pada 22 April 1970, hari Bumi untuk pertama kalinya diselenggarakan di Amerika Serikat, atas prakarsa seorang senator, Gaylord Nelson. Embrio gagasan Hari Bumi dimulai sejak ia menyampaikan pidatonya di Seattle tahun 1969, tentang desakan untuk memasukkan isu-isu kontroversial, dalam hal ini lingkungan hidup, dalam kurikulum resmi perguruan tinggi mengikuti model teach in mengenai masalah anti perang. Gagasan Nelson mendapat dukungan yang mencengangkan dari masyarakat sipil.
Dukungan ini terus membesar dan memuncak dengan menggelar peringatan HARI BUMI yang monumental. Majalah TIME memperkirakan bahwa sekitar 20 juta orang turun ke jalan pada 22 April 1970. Nelson menyebutkan fenomena ini sebagai ledakan akar rumput yang sangat mencengangkan’ dimana : ” Masyarakat umum sungguh peduli dan Hari Bumi menjadi kesempatan pertama sehingga mereka benar-benar dapat berpartisipasi dalam suatu demonstrasi yang meluas secara nasional, dan dengan itu menyempaikan pesan yang serius dan mantap kepada para politisi untuk bangkit dan berbuat sesuatu “.

Menurut berbagai analisis ledakan ini muncul karena bergabungnya generasi pemrotes tahun 60-an (bagian terbesar adalah pelajar, mahasiswa, sarjana) yang terkenal sebagai motor gerakan anti-perang, pembela hak-hak sipil yang radikal. Sebuah perkawinan antara pemberontakan 60-an dan kesadaran lingkungan tahun 60-an. Hari Bumi yang pertam ini di Amerika Serikat merupakan klimaks perjuangan gerakan lingkungan hidup tahun 60-an untuk mendesak masuk isu lingkungan sebagai agenda tetap nasional. Kini peringatan Hari Bumi telah menjadi sebuah peristiwa global. Para pelaksana peringatan HARI BUMI menyatukan diri dalam jaringan global masyarakat sipil untuk Hari Bumi yakni EARTH DAY NETWORK yang berpusat di Seattle. Bila Hari Bumi ‘70 pertama paling tidak melibatkan 20 juta manusia di AS, Hari Bumi 1990 melibatkan 200 juta manusia di seluruh dunia, maka pada Hari Bumi 2000 diperkirakan terlibat 500 juta manusia di seluruh dunia dengan jargon “making history - making change”.

Selasa, 07 April 2009

1st Youth Global Warming Symposium and Workshop

1st Youth Global Warming Symposium and Workshop is an event which organized by students of APU Japan (Ritsumeikan Asia Pacific University of Japan). It's a two – days intensive program for some Junior and Senior High School in Jakarta. For two – days first the event was conducted in GIS (Global Islamic School) Senior High School,Jakarta and next after that in 8 Senior High School,Jakarta.

The Main purpose of this program is wants to share the information regarding global warming and climate change into some of students. There are two leaders for organizing this program called as Indonesian and International Leader. Putri Permatasari and Dian Apriyanti are two students college from Gadjah Mada University were selected as an Indonesian Leader for organizing this Symposium.

There were several activities which held on this Symposium:

Small Lectures on Global Warming,it is a brief presentation about global warming issues and its effect which is conducted by students of APU Japan and NGO's speakers also.

Group Discussion, it is a main agenda for the session because the participants should discuss and make a comprehension regarding the topics which has been given in the lecture before. In this session the participants had an opportunity to exchange their ideas between other participants and APU's students also.

Working on innovative solution, this is a session where the participants should express their idea in inventing a project or it called as an innovative solution to the global warming, especially for implementing in their school. In creating a project, the participants divided into some groups and also the committees gave a scope in creating or inventing the project and for groups whom complied all the criteria would got a reward. The criteria are:

1. Originality

2. Practicality

Creativity

Quality of the presentation

Signing on Self-commitment and Conference Banner, it is a session where the entire of participant and organizer signed on banner,it was reflected as their commitment to contribute in mitigating global warming.

Cultural exchange activities, this is the last session of 1st Youth Global Warming Symposium and Workshop where the participant had an opportunity to make a convenient interaction between other participants and internationals students also.

Reward, when the symposium runs, the committees would make a sure value for some of participants and groups who's being active in following the symposium. Not only reward but they got certificate and placard also.

This is a brief information about 1st Youth Global Warming Symposium and Workshop. Hopefully, by conducting such an event like this,it could improve our awareness regarding global warming and climate change problem in our surrounding...only do in simply thing but influence to the big one!